0

Cerita cinta gadis bisu

Posted on Saturday, 24 September 2011

Melirik embun pagi di balik kilauan cahaya sang surya di pantulan biasannya, membuatku tersenyum. Andai dalam biasnya embun itu memantulkan wajahmu, aku pasti akan berlari ke arahnya untuk mencari dimanakah kamu berdiri. Aku memang tidak bisa berucap dengan benar seperti gadis yang lainnya yang bisa dengan mudah mengeja kata “ A_K_U C_I_N_T_A K_A_M_U” tapi aku bisa kamu adu dengan mereka masalah pembuktiannya. Aku bisa menulis seribu kata untuk melukiskan bagaimana perasaanku sekarang padamu tapi aku tau itu tak kan pernah cukup. Ada orang bilang, “Terkadang kata itu tidak perlu, karena jika kamu mencintai seseorang dari hatimu maka semua itu akan tampak hanya melalui cara kamu memandangnya”. Mungkin kalimat itu benar dan berlaku padaku. Bagi gadis bisu sepertiku, berkata-kata melalui ucapan memang tidak akan mungkin. Tapi, bila kamu membaca buku ini kamu akan tau berapa banyak kata itu untukmu. Mungkin kamu tak pernah tau, aku selalu tersenyum bahagia ketika melihatmu tertawa. Aku selalu menyukai caramu tertawa. Meski bahan leluconmu terkadang tidak lucu, tapi jika itu membuatmu tertawa maka akupun selalu bisa tersenyum bahagia. Mungkin kamu tidak pernah tau, aku selalu mengingatmu setiap hari. Buktinya aku selalu mengirimimu pesan singkat setiap hari meski hanya sekali. Walau kamu jarang membalasnya. Aku selalu berpikir, mungkin kamu sedang sibuk dengan tugas-tugasmu, atau kamu sedang bermain bersama dengan teman-temanmu, atau kamu sedang malas membalas pesanku. Tak masalah bagiku, karena aku sangat mengenalmu. Mungkin gadis lain heran melihatku, mengapa aku bisa mencintaimu seperti ini, mencintaimu tanpa pernah kamu tau, mencintaimu tanpa pernah ada kata terucap sedikitpun dari mulutku. Tapi ketika mereka bertanya tentang itu, aku tak pernah mempunyai jawaban mengapa aku bisa mencintaimu seperti ini. Aku tak pernah punya alasan untuk mencintaimu. Aku hanya begitu bahagia ketika bertemu denganmu. Aku hanya begitu bahagia ketika menerima pesan singkat darimu. Aku hanya begitu bahagia ketika kamu tersenyum padaku. Tapi aku tak tau mengapa seperti itu. Bagi gadis lain, mungkin kamu biasa saja. Hanya seorang lelaki biasa, yang bertingkah laku biasa, mahasiswa biasa, dari keluarga biasa-biasa saja dan kamu hanya seorang penjual roti goreng. Tapi bagiku tidak seperti itu. Bagiku kamu adalah seorang lelaki aneh yang hobi melawak, yang tidak suka merepotkan oranglain, yang suka dan tergila-gila dengan musik punk, yang juga seorang punker sejati, yang sangat mencintai orangtua dan adikmu, yang bagiku semua itu tidaklah biasa. Aku tak tau bagaimana mendeskripsikannya melalui tulisan dan kata-kata. Yang aku tau, ketika bertemu denganmu, aku selalu menatapmu, kemudian terkadang kamu juga menatapku lalu tersenyum dan akupun tersenyum, lalu kamu pergi begitu saja tanpa berkata apa-apa padaku. Dan akupun hanya mengantar kepergianmu lewat sudut mataku dan sisa senyumku. Mengantarmu sampai kamu tak terlihat dari pandanganku lagi. Mungkin kamu heran mengapa aku hanya diam saja tiap bertemu denganmu, mungkin kamu juga menunggu sapaan dariku seperti aku yang selalu menunggu sapaan darimu, tapi aku memang tidak mampu berkata-kata. Aku tidak mau kamu tau bahwa aku hanya gadis bisu. Aku tidak mau kamu tau bahwa aku adalah si BINTANG yang mengirimi pesan padamu tiap hari itu. Aku tidak mau kamu tau bahwa aku selalu menunggumu di ujung jalan itu, untuk melihatmu pergi berjualan roti goreng. Mungkin kamu heran mengapa aku selalu disana tiap pagi, duduk dengan sebuah buku kecil di tanganku, kemudian diam seperti tak bernyawa, tapi itulah aku. Kamu tak akan pernah tau, aku selalu mengintipmu dari balik tirai jendela kamarku tiap sabtu sore untuk melihatmu nongkrong bersama teman-temanmu sambil main catur. Aku diam di balik tirai, aku mematung semua pikiranku hanya untuk memperhatikan tiap perubahan lekuk wajahmu. Aku begitu hafal, saat alis matamu mengerut menyatu dan saat tanganmu memegang kening adalah pertanda kamu sedang berpikir keras bagaimana cara mengalahkan lawan main caturmu. Aku begitu hafal ketika kamu dengan suara keras berkata, “Kalah Lagi” lalu kamu tertawa dengan suara keras bersama teman-temanmu. Aku selalu menanti tawa itu. Bagiku tawa itu begitu indah. Begitu lepas seperti bisa membawaku terbang dan berteriak. Aku ingin seperti kamu yang bisa berteriak dengan bebas dan lepas seperti itu. Kamu pasti tak pernah menduga, ada seorang wanita bisu yang mencintaimu seperti ini. Aku mempunyai suatu mimpi yang aku tak tau kapan mimpi itu akan terwujud. Aku ingin suatu saat berbicara denganmu berdua. Aku ingin kita bercanda berdua. Aku ingin kita berteriak berdua. Aku ingin mengikuti caramu tertawa. Aku ingin semua itu. Entah kapan semua itu nyata. Aku ingin mengucapkan bahwa, “Ada seorang gadis yang sangat mencintaimu. Yang tidak pernah bosan menunggumu.” Jika suatu saat kamu menikah dengan oranglain, maka aku akan datang ke pernikahanmu dan tersenyum bahagia padamu. Seperti kamu yang akan tersenyum bahagia ketika memperkenalkan pengantinmu padaku. Mungkin pada saat itulah salahsatu mimpiku untuk mengikuti caramu tertawa bisa terwujud. Aku percaya cinta yang datang dari hati tak akan pernah memaksa orang yang dicintai untuk membalas cintanya, tapi cinta itu akan selalu tersenyum saat melihat orang yang dicintai mendapatkan kebahagiaannya meski kebahagiaannya bukan untuk kita. Aku percaya itu. Mungkin akhirnya, aku dan dia akan mempunyai pasangan masing-masing. Dia bersama kekasih yang dicintainya dan aku bersama orang yang mencintaiku. Tak apa,asalkan tawa dari mulutmu tak pernah hilang. Cinta itu bisa belajar. Seiring dengan waktu. Tapi yang terpenting, selalu ada sejarah yang nyata tentang perjalananku mencintai seorang lelaki penjual roti goreng.
Salam sayang untukmu
My dream…always be my dream…

Posted in

No Comments

Discussion

Leave a response