0

Lolita si vampir #2

Posted on Saturday, 24 September 2011

Aku datang di pesta pantai milik tantenya Doni, ya aku tidak takut dengan sinar matahari, aku tidak takut dengan bawang putih dan lain sebagainya.

“Doni” panggilku

“hei Loli” sapa Doni sambil berlari

Aku di ajak Doni untuk makan ayam panggang, aku sangat suka dengan ayam.
Sedang asyiknya bergurau, aku menyenggol seseorang dan minuman yang ia bawa tumpah ke bajunya.

“maaf” ucapku sambil membersihkan bajunya yang kotor tapi ia berlalu pergi.

Entah mengapa dadaku ada getaran aneh tadi, cowok itu mengalihkan semua pikiranku, wajah tenangnya mengingatkanku dengan danau riee, dan matanya mengingatkanku dengan kucing kesayanganku.
Doni memperkenalkan aku dengan teman-temanya, mungkin mereka menyangkah kami pacaran.

“Aska” sapa Doni

Oh cowok itu namanya Aska, bajunya udah di ganti, dengan kemeja putih bergaris.

“hei, Aska ini temanku namanya Lolita”

“aku Princess Lolita, tapi kamu panggil Lolita aja” ujarku dan menjulurkan tanganku tapi Aska ngeloyor
pergi jadi aku menyalami angin.

Aku memandang bengong “ko gitu ?”

“udahlah emang dia kaya gitu Lol” jelas Doni

Mungkin dia marah kali sama aku, yang tega berbuat jahat sama dia.

“emang dia aneh, di kenalin ama cewe cantik ngeloyor pergi,” ujar Doni sambil menggelengkan kepala.

Aku meninggalkan Doni dan berpura-pura mengambil mix fruit cheesecake tapi mataku tanpa henti melirik Aska di seberang sana, mungkin ia udah tahu kalau aku memperhatikanya, ia memandangku lalu ku tersenyum tapi ia langsung pergi.

Haduh baru kali ini aku di cuekin sama cowo, apa si yang di dalam otaknya, aku penasaran banget.
Semenjak pertemuanku dengan Aska, ia seperti di selubungi kaca es tanpa senyum itu gambaranku, untung dia ganteng kalau cakep aku cipok dah.

Satu tahun berlalu aku masih mendekatkan diri dengan Aska dan hasilnya nol besar ya walaupun pernah ia tersenyum tipis setipis baju tidurku. Tapi itu hal konyol yang pernah di lakukan seorang vampire, cerita ngga ya malu euy ehheheh

Haduh oke oke aku cerita sabar atuh kaya pembagian BLT aja -..- waktu ada bakti sosial di kampus untungnya aku satu kelompok dengan Aska HORRAY!!!, waktu itu aku sedang semangat – semangatnya ke sana ke sini, tiba-tiba kaki mungilku terpelesat dan terjatuh dan dan bibir manisku tepat mendarat di bibir HARYO si tonggos dari tegal.

Ada kejadian geli waktu jalan-jalan kejakarta bareng Doni, aku merengek minta naik bajaj.
“ngga elit banget minta naik bajaj” ujar Doni bingung

“ayo dong Don” pintaku

Dan Doni pun menuruti permintaanku naik bajaj, suara bajaj nya lucu otok-otok ahhahaha setelah menikmati naik bajaj. Kalian tahu gigiku bergetak terus ngga berhenti sampai-sampai taringku patah mungkin akibat dari getaran otok-otok bajaj.

Gara-gara gigiku patah aku ngga bisa terbang tinggi. Lalu mamaku membawaku ke dokter gigi dan menambal gigiku

*******

Jujur aku suka dengn Aska, tatapanya itu loh bikin hidungku naik turun. Hari ini aku kerumah Doni dan berarti aku akan bertemu dengan Aska.
Doni dan Aska sedang asyik main catur, aku pandangi lekat-lekat wajah Aska. Ia begitu serius.
Aku beranjak dari tempatku, aku menuju dapur dan memilah-milah makanan dalam lemari es, aku ambil satu iris brownis dan aku sumpalkan semua ke dalam mulutku.

Aku berpas-pasan dengan Amanda di ruang keluarga, ia sama seperti ku sama-sama menyukai Aska, Amanda sedang membawa sebuah kado.

“apa tu ?” tanyaku penasaran
“mau tahu aja si” jawabnya jutek

Aku rampas kado itu dari tangan Amanda, sebelum aku akan membuka Amanda kembali merampas dan aku rampas lagi dan terjadilah adegan tarik menarik dengan sekuat tenaga Amanda mendorongku kemudian aku jatuh dan meja kaca itu pecah, Amanda terlihat shock, dia menolongku tapi aku mendorongnya dan serpihan kaca menancap mulus di tangan dan kaki Amanda.
“ada apa ini” sahut Doni

Amanda menangis terisak aku hanya diam seribu basah, Aska menghampiri Amanda lalu menggendongnya, Aska memandangku begitu dingin.

“sebaiknya kamu pulang” ucapnya getir

Tak terasa sebutir air mataku menetes, ya aku memang salah tapi itu pembelaan dariku, aku berjalan gontai, dadaku nyeri, inikah rasanya patah hati, air mataku mengalir deras sederas air terjun Niagara, dan aku satu satunya vampire yang menangis.
Aku sudah tahu apa yang harus ku lakukan, aku harus menjauhi Aska bagaimanapun vampire dan manusia tak akan bersatu.


to be continue :)

Posted in

No Comments

Discussion

Leave a response